aku cenderung mencari pembenaran pembenaran atas apa yang jelas jelas salah,
jalan yang benar benar belok pun dapat terlihat lebih lurus,
karena aku merasa nyaman, dan kenyamanan itu membuatku tidak ingin beranjak,
aku tidak menginginkan adanya perubahan.
aku hanya mau terlihat lebih lurus, bukan benar benar meluruskan jalanku.
yang kulakukan menjadi sama dengan apa yang dilakukan orang orang lain.
pemikiran pemikiranku menjadi sama dengan pemikiran duniawi.
aku menjadi sama dengan dunia.
Jumat Agung ini mengingatkanku bahwa aku telah mati karena pelanggaran pelanggaranku, tapi Dia menggantikanku dan rela menebus semua kesalahanku di kayu salib.
dan oleh darah-Nya seharusnya aku bukan lagi menjadi orang yang sama.
karena kasih-Nya yang sempurna, aku diperbaharui
pertanyaannya, apakah kita mau membuka diri kita, dan menanggalkan manusia lama kita ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar